Rumus utama
Gunakan rumus sederhana ini sebagai kerangka awal:
revenue_bersih = harga_jual_total - diskon_penjual
total_biaya = modal_produk + packaging + fee_platform + pajak + iklan + ongkir_penjual + biaya_lain
profit = revenue_bersih - total_biaya
margin = profit / revenue_bersih
Kesalahan umum adalah memakai modal produk saja sebagai pembanding. Untuk marketplace, biaya kecil seperti packaging, voucher, iklan, dan subsidi ongkir bisa mengubah produk yang terlihat untung menjadi margin tipis.
Komponen yang sebaiknya selalu dimasukkan
- Harga jual total: harga per unit dikali jumlah item.
- Diskon penjual: voucher toko, diskon campaign, atau potongan manual.
- Modal produk: HPP per unit termasuk biaya pembelian barang.
- Packaging: bubble wrap, kardus, label, dan bahan kirim.
- Fee platform: admin, service, program promo, COD, payment, atau fee tetap.
- Iklan: biaya ads yang ingin dialokasikan ke order atau SKU.
- Ongkir penjual: subsidi atau biaya kirim tambahan yang ditanggung toko.
Break-even price
Break-even adalah harga minimum agar profit tidak negatif. Jika produk ikut promo besar, break-even membantu seller tahu batas diskon maksimal sebelum rugi.
break_even = harga paling rendah saat profit >= 0
ProfitKita menghitung break-even dengan simulasi harga karena fee persentase, diskon, dan pajak bisa berubah mengikuti basis biaya yang dipilih seller.
Harga jual target
Jika target margin 20%, harga jual tidak bisa dihitung hanya dengan modal dibagi 0,8. Anda perlu memasukkan seluruh biaya yang ikut bergerak mengikuti harga. Itulah alasan kalkulator target price memakai skenario yang sama dengan kalkulator profit utama.
Contoh keputusan
Produk dengan harga Rp100.000, modal Rp60.000, packaging Rp2.000, fee 4%, dan PPh 22 0,5% masih terlihat sehat sebelum diskon. Tetapi setelah diskon Rp10.000 dan iklan Rp8.000, margin bisa turun tajam. Cek skenario ini sebelum mengaktifkan campaign, bukan setelah settlement.